Duta Damai Indonesia Anti Radikalisme dan Terorisme

, / 4208

Peran Pemuda dalam Menjaga Kebhinekaan

SHARE

“Kita ingin mendirikan satu Negara, “semua buat semua”, bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara “semua buat semua””.

(Bung Karno)

Indonesia dan Kebhinekaan

Indonesia, adalah sepenggal cerita tentang kehidupan kurang lebih 250 juta jiwa manusia. Wilayahnya yang membentang dari Sabang sampai Merauke dengan luas 5.193.250 km². Dihuni oleh masyarakat yang beragam, baik suku, bahasa, budaya, ras, maupun agama.

Pada dasarnya Indonesia adalah kumpulan dari berbagai macam perbedaan yang disatukan oleh kesamaan cita-cita untuk hidup damai berdampingan dibawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa memandang perbedaan yang ada.

Mencari persamaan, dan bersikap toleran dengan perbedaan adalah kunci hidup bernegara. Bukan malah mencari perbedaan dan bersifat fanatic kepada golongan atau kelompok tertentu.

Belajar dari sejarah pada abad XIV oleh Mpu Tantular dalam kitab Sutasoma. Seorang Mpu (cendekiawan, pemikir) yang berpendirian teguh dan tidak mudah terpengaruh pada siapapun (Tantular) menuliskan :

“ Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinneki rakwa rin apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan siwatatwa tunggal, Bhinneka tunggal Ika tan hana dharma mangrwa”

(Agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Buddha dan Hindu adalah tunggal. Terpecah belah tetapi tetap satu jua, artinya tidak ada darma yang mendua).

Apa yang ditulis oleh Mpu Tantular dimaksudkan agar antara agama Buddha dan Hindu pada saat itu dapat hidup berdampingan dengan damai dan tentram, sebab hakikat kebenaran yang terkandung dalam ajaran keduanya adalah tunggal. Sebagaimana yang dirasakan oleh Mpu Tantular sendiri sebagai penganut agama Buddha tetapi merasa aman hidup dalam kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu.

Apa yang dituliskan Mpu Tantular, subtansinya adalah semangat untuk bersatu. Dan pada dasarnya subtansi itu adalah nilai-nilai universal yang diajarkan oleh setiap agama dan nilai-nilai moral dari setiap suku bangsa. Hanya saja ada kelompok tertentu dari kalangan fundamentalis dari semua golongan yang mencoba menghadapkan perbedaan pada dua kutub extrim yang mempropokasi dan memicu konflik.

Peran Pemuda

“Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”

(Bung Karno)

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2015 jumlah pemuda mencapai 62,4 juta orang. Jumlah kaum muda di Indonesia mencapai 25 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Tentu saja ini adalah potensi pemuda yang cukup besar. Potensi ini jika tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Potensi pemuda dari segi kuantitas ataupun kualitas sangat menarik. Semua pihak memiliki kepentingan dengan yang namanya pemuda. Termasuk kelompok radikal ISIS yang juga menjadikan pemuda sebagai objek rekrutmen. Oleh karena itu dalam kaitannya menjaga kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara beberapa peran pemuda yang harus dikuatkan, diantaranya:

Pemuda sebagai Pemersatu

Sejarah Hari Sumpah Pemuda adalah sejarah tentang kepeloporan pemuda dalam merangkul semua elemen bangsa yang masih bercerai berai untuk bersatu dalam tumpah darah, bangsa, tanah air, dan bahasa yang satu yakni Indonesia. Peran ini harus senantiasa dikuatkan. Karena pada dasarnya dari tinjauan historis, pemuda menjadi pelopor pemersatu jauh sebelum Indonesia Merdeka.

Pemuda sebagai Pelopor Perdamaian

Idealisme, kekuatan, semangat, intelektual adalah gambaran sosok pemuda. Jika potensi ini dimaksimalkan maka pemuda tidak adakan mudah terpropokasi dari pengaruh kelompok radikal yang senantiasa ingin memicu konflik. Dengan idealism kebangsaan yang kuat, serta daya nalar yang baik, pemuda mampu membentengi diri dan juga orang lain dari perpecahan.

Saat ini gencar dilakukan provokasi perpecahan bangsa dengan berbagai macam isu SARA di dunia maya. Tentu saja ini menjadi perhatian penting bagi pemuda untuk melakukan gerakan perlawanan dengan aksi tersebut. Mengajak kepada perdamaian, dan juga menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan pemuda.

The post Peran Pemuda dalam Menjaga Kebhinekaan appeared first on Anak Nusantara Duta Damai.

Artikel ini dipersembahkan oleh : www.anu.dutadamai.id