Duta Damai Indonesia Anti Radikalisme dan Terorisme

, / 25

Menetralisir Dampak Paranoid dan Stereotip Pasca Teror

SHARE

Terorisme adalah sebuah panggung teatrikal yang menampilkan aksi simbolik melibatkan lakon pelaku dan korban. Di balik aksi tersebut ada tujuan dan makna yang ingin disampaikan ke tengah publik. Kegemparan, kegaduhan, kepanikan bahkan ketakutan menjadi media agar pesan itu tersampaikan dengan cepat dan meluas. Pesan teror itu berwujud dalam bungkus motif entah itu politik, ideologis, agama, ataupun motif lainnya.
Hal lain yang patut dibincangkan selain motif dan pesan pasca teror dan ini menjadi sangat penting adalah dampak teror. Dampak teror ini bisa dibagi dalam dua aspek. Pertama, aspek langsung berupa dampak fisik, mental dan material yang diderita para korban. Kedua, aspek tidak langsung berupa dampak psiko-sosial yang diderita oleh masyarakat secara luas. Dampak langsung akan segera mendapatkan penanganan medis cepat dan pemulihan trauma yang berkelanjutan.
Persoalannya, siapa dan bagaimana menyembuhkan dampak tidak langsung yang diderita masyarakat luas pasca teror. Jika terorisme adalah media penebar ketakutan dan kepanikan, sejatinya korban aksi tersebut adalah seluruh masyarakat. Apalagi media massa dan jejaring media sosial begitu masif tanpa batas memviralkan panggung dramatis tersebut.
Dalam kontek dampak ini, saya ingin mengatakan bahwa pasca teror ada serbuan pengetahuan dan ide yang menyerang otak seluruh masyarakat tentang ketidakamanan, ketakutan, kepanikan dan kecurigaan. Sejatinya masyarakat luas juga menjadi korban dari aksi terorisme. Setidaknya ada dua dampak teror yang dapat menyerang masyarakat.
Pertama, dampak psikologis, ketakutan berlebihan akan menimbulkan penyakit paranoid. Ada gangguan pikiran berupa kecemasan dan ketakutan berlebihan yang menyebabkan masyarakat stress dengan kondisi lingkungannya. Kecemasan itu bisa karena bayangan aksi teror itu sulit dilupakan. Lokasi semisal tempat ibadah, hotel, mall, kantor polisi,

Baca Artikelnya di web ini : https://damailahindonesiaku.com